Meneropong Pemilihan Gubernur (PIL-GUB) 2012-2013

12 Okt 2012

Pilgub Jateng 2013, Mesin Parpol Belum Bergerak

Semarang (ANTARA News) - Lambatnya partai politik di Jawa Tengah dalam memunculkan sosok yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur 2013, memperberat upaya mendongkrak popularitas tokoh yang bersangkutan, akibatnya masyarakat kurang antusias, kata seorang pengamat politik.
"Kurang dari tujuh bulan dari pelaksanaan pilgub, sosialisasi calon dan mesin partai belum bergerak," kata Direktur Lembaga Pengkajian Survei Indonesia, M Yulianto di Semarang, Sabtu.
Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang itu juga mengatakan, kandidat yang diusung harus melawan petahana yang tentunya lebih memiliki "kekuatan", fasilitas, serta kesempatan bertemu masyarakat.
Menurut dia, partai-partai di Jawa Tengah justru terkesan saling menunggu. Ini berdampak pula terhadap masyarakat yang kurang antusias karena faktor geopolitik dan psikopolitik.
"Belum ada kepastian deklarasi dari calon yang akan maju. Bandingkan dengan pilgub 2008 lalu," katanya.
Rendahnya antusiasme masyarakat terhadap pilgub, kata dia, terlihat dari hasil survei yang menunjukkan tingginya masyarakat yang belum memutuskan siapa sosok yang layak menjadi gubernur mendatang.
"Persentase suara pemilih mengambang pemilih mencapai 45,9 persen," katanya.
Menurut dia, angkat tersebut lebih tinggi dari elektabilitas sejumlah tokoh yang dijagokan maju, seperti Gubernur Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Rustriningsih, serta Sekretaris Daerah Hadi Prabowo.

 Dana Pengawasan Pilgub Jateng Rp 114 Miliar

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggaran pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2013 dipastikan tetap sesuai usulan gubernur Rp 621,8 miliar. Desk pilkada dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng telah menyepakati nominal tersebut karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemprov Jateng.
"Tetap Rp 621,8 miliar, tidak berubah. Sekarang kita sedang penyusunan rencana kerja anggaran," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Hadi Prabowo, Selasa (17/7).
Agenda selanjutnya yang segera dilaksanakan ialah pembentukan panitia pengawas (Panwas) Pilgub Jateng 2013. Menurut Sekda, berdasarkan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pembentukan akan dilaksanakan pada bulan Agustus. "Pendaftaran Agustus, pelaksanannya bawaslu," kata Sekda.
Menurut Hadi. Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran operasional Panwas Pilgub Jateng 2013 sebesar Rp 123 miliar. Sebanyak Rp 10 miliar di antaranya dianggarkan di APBD Perubahan 2012.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng direncanakan mendapat anggaran Rp 113 miliar dari APBD 2013. Dana sebesar itu untuk membayar honor pengawas hingga kelurahan pada pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2013.
Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbah mengatakan, sebagian besar honor untuk membayar honor 10.401 pengawas Pilgub. Rinciannya 105 anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kabupaten kota, 1709 panitia pengawas kecamatan (Panwascam), 8574 panitia pengawas kelurahan (PPL), dan tiga anggota Bawaslu Jateng.
"Besarannya berapa-berapa jujur kami belum tahu karena yang menyusun anggaran bukan kami. Ada Kesbanglinmas dan sekretariat Panwaslu terdahulu," katanya, usai bertemu pimpinan DPRD di Gedung Berlian, Selasa (9/10).
Dengan demikian, total dana pengawasan Pilgub Jateng 2013 mencapai Rp 114 miliar. Sebab sebelumnya, untuk tahun 2012, Bawaslu mendapat kucuran dana Rp 10 miliar. Abhan akan memastikan anggaran itu digunakan dengan prinsip proporsional dan profesional.

Pilgub Jateng: Bibit Siapkan Maju Lewat Jalur Independen

SEMARANG-Pengamat politik menyatakan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo akan all out supaya bisa maju lagi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013.
Sehingga meski belum mendapatkan kendaraan partai politik (parpol), mantan Pangdam IV/Diponegoro ini tetap percaya diri (pede) siap maju pada pilgub.
Menurut pengamat politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Joko J Prihatmoko, kalau tak mendapatkan kendaraan partai politik Bibit telah menyiapkan alternatif melalui jalur perseorangan (independen).
“Saat ini tim Bibit Waluyo telah bergerak di lapangan mencari dukungan akar rumput, untuk mengantisipasi melalui jalur perseorangan,” katanya kepada Espos di Semarang, Jumat (12/10/2012).
Jalur perseorangan, lanjut dia, merupakan alternatif untuk mengantisipasi kalau tak mendapatkan kendaraan parpol pada pilgub. Saat ini peluang patahanan incumben Gubernur Jateng Bibit Waluyo untuk diusung parpol hanya melalui Partai Demokrat.
Namun, ujar Joko, juga belum bisa dijamin 100%, karena di internal Partai Demokrat terjadi perlawanan terhadap Bibit. “Partai Demokrat juga sudah mempunyai calon gubernur (cagub). Sehingga Bibit sudah menyiapkan skenario B yakni melalui perseorangan,” ungkapnya.
Terpisah Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng, Arif Awaludin, menyatakan sulit untuk bisa maju melalui jalur perseorangan. Karena persyaratan yang dibutuhkan sangat berat yakni calon harus mendapatkan 1,16 juta dukungan dibuktikan melalui kartu tanda penduduk (KTP) dan pernyataan di kertas bermeterai Rp6.000.
Jumlah 1,16 juta dukungan rakyat ini harus tersebar di 18 kabupaten/kota. Dia bahkan merasa pesimistis pada Pilgub Jateng 2013 akan muncul calon perseorangan. “Dengan persyaratan ini, sangat berat dipenuhi calon perseorangan,” tandas Arif.
Untuk itu dia mengusulkan agar persyaratan calon perseorangan pada Pilgub Jateng direvisi, sebab terlalu berat. “Ini agar lebih demokratis karena memberikan kesempatan kepada tokoh maju sebagai cagub tanpa mengandalkan rekomendasi parpol,” ujar dia.
Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng sudah ada kecocokan melakukan koalisi pada pilgub. “Dalam pertemuan antara Ketua Umum DPW PAN dan Ketua Umum DPW PPP Jateng di Semarang beberapa waktu lalu sudah sepakat menjalin koalisi,” ujar juru bicara koalisi PAN-PPP, Wahyudin Noor Aly.
Meski dia mengakui kesepakatan koalisi ini masih 90%, sehingga belum menentukan nama pasangan cagub dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusung pada pilgub mendatang.
“Koalisi PAN-PPP segera dideklarasikan secara terbuka. Kendati begitu kami masih membuka peluang bagi parpol lain ikut bergabung,” tandas dia.
Selain untuk honor, pos lain yang memmerlukan anggaran besar ialah pengawasan dan penindakan pelanggaran dari peserta Pilgub. "Semuanya itu dana khusus untuk Pilgub, sedangkan Pileg dan Pilpres dari APBN," tandasnya.

Nantikan info-info Pil-Gub terbaru dari kami…………..

Sumber terkait:         http://www.antaranews.com/
                   http://www.suaramerdeka.com/
                   http://www.solopos.com/2012/

SILAHKAN GUNAKAN FACEBOOK COMMENTARNYA JIKA TIDAK MEMILIKI URL BLOG ATAU SITUS LAINNYA SOB...?? TRIMAKASIH.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
 

Pengikut